(Salatiga,14 Agustus 2026) – Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang kerap dianggap tidak memiliki manfaat setelah digunakan. Limbah minyak jelantah umumnya langsung dibuang pada saluran air. Padahal limbah minyak jelantah tergolong limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) bagi lingkungan dan sekitarnya. Organisme di dalam dan sekitar lingkungan dapat terganggu dan menimbulkan masalah berantai dalam jangka panjang. Persoalan inilah yang menjadi perhatian dua orang mahasiswa KKN-T 96 TIM II Universitas Diponegoro yaitu, Laras Sekar Nawandari dari program studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Luthvia Meilany Putri dari program studi Teknologi Hasil Perikanan. Mahasiswa KKNT-96 tersebut mengimplementasikan solusi dalam bentuk edukasi dan praktik mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi sabun batang untuk mencuci. Pemilihan program kerja sosial kemasyarakatan pengelolaan menjadi sabun batang atas pertimbangan keberlanjutan lingkungan dan sifat konsumtif dalam rumah tangga. Program kerja sejalan dengan SDGs poin 6” Air Bersih dan Sanitasi Layak” upaya meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan pencemaran air serta poin 12 “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab” pemanfaatan kembali limbah rumah tangga.

Kegiatan edukasi dan praktik pengelolaan menjadi sabun batang dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2026 di Madrahsah Diniyah Mi Rojul Wildan, Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Peserta kegiatan berasal dari perwakilan PKK RT satu Kelurahan Tingkir Tengah. Kegiatan dimulai pukul 10.00 diawali dengan penjelasan mengenai minyak jelantah dan permasalahan yang dapat ditimbulkan apabila limbah tersebut dibuang secara langsung ke saluran air maupun lingkungan sekitar. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan minyak jelantah agar tidak menjadi sumber pencemaran lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan salah satu alternatif pengolahan minyak jelantah, yaitu pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan sabun ramah lingkungan.

 

Kegiatan Sosial Masyarakat

Kegiatan Pengolahan Minyak Jelantah

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sabun dari minyak jelantah. Setelah demonstrasi juga dilakukan praktik langsung oleh beberapa ibu-ibu PKK terpilih. Melalui demonstrasi dan praktik langsung diharapkan dapat memberikan gambaran dan menumbuhkan ketertarikan masyarakat dalam pengelolaan limbah minyak jelantah yang tepat. Sebagai pelaksana kegiatan, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi mengenai cara pengolahan, tetapi juga membuka ruang diskusi bersama masyarakat. Peserta dapat menyampaikan pertanyaan mengenai minyak jelantah, cara penyimpanan sebelum diolah, serta kemungkinan pemanfaatannya kembali. Kegiatan diakhiri dengan melakukan dokumentasi bersama dan pembagian sabun dari minyak jelantah yang sudah jadi sebagai tester.

Hasil Pengolahan

“Melalui kegiatan ini, kami ibu-ibu rumah tangga jadi tahu kalau minyak jelantah bisa dimanfaatkan. Kami jadi ada ide untuk melakukan produksi kecil-kecilan dan mengurangi pengeluaran dapur. Dalam kegiatan ini kita juga diberi kesempatan untuk melakukan  praktik langsung dan dapat bertanya sehingga lebih paham serta tidak takut mencoba nantinya,” ujar Ibu Wiwik selaku Ketua PKK Kelurahan Tingkir Tengah.

Foto Bersama dengan peserta Kegiatan

Bagi Luthvia Meilany dan Laras Sekar sebagai mahasiswa KKN-T 96, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan menyampaikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui edukasi dan praktik sederhana mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan, masyarakat diharapkan mulai melihat limbah rumah tangga bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan dengan pengelolaan yang tepat. Dari langkah kecil di tingkat rumah tangga, kesadaran untuk menjaga lingkungan, mengurangi limbah, dan mencegah pencemaran perairan dapat mulai dibangun.