(Salatiga, 17 Agustus 2026) – Kawasan ekowisata Bendungan Si Pleret di Dusun Payaman, Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, tengah menapaki babak baru dalam pengembangannya. Meski potensi wisata berbasis perikanan di kawasan ini telah dikenal luas dengan didukung aktivitas Pokdakan Mina Budaya dan Pokdarwis Payaman, namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan klasik destinasi rintisan yaitu minimnya sistem informasi yang terintegrasi dan belum tersedianya mekanisme untuk mendengar suara pengunjung secara terstruktur. Menjawab persoalan tersebut, tiga orang mahasiswa KKN-T 96 Universitas Diponegoro, yaitu Dhimas Luthfi Arnanda dari program studi Informatika, Nabila Putri Almeyda dari program studi Administrasi Publik, dan Yassinta Khalifatil Khusna dari program studi Manajemen Sumber Daya Perairan, berkolaborasi menghadirkan satu ekosistem informasi digital yang saling terhubung bagi kawasan Si Pleret.

Ketiga program kerja ini dirancang bukan sebagai inisiatif yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kesatuan sistem yang saling melengkapi. Dhimas Luthfi Arnanda mengembangkan system informasi berbasis web dan peta wisata digital yang memuat informasi kawasan sekaligus pemetaan pelaku UMKM di sekitar Si Pleret, menjadikannya pintu masuk utama bagi siapa pun yang ingin mengenal potensi wisata dan ekonomi lokal kawasan ini secara menyeluruh. Di dalam platform tersebut, tertanam dua program kerja lain yang memperkaya kontennya yakni sistem evaluasi pengunjung berkelanjutan yang dibangun Nabila Putri Almeyda, serta Fishpedia media edukasi keanekaragaman ikanyang dikembangkan Yassinta Khalifatil Khusna. Ketiganya kemudian dihadirkan secara fisik di lokasi melalui satu papan informasi terpadu kode QR, masing-masing mengarahkan pengunjung menuju peta wisata dan profil UMKM, formulir evaluasi kepuasan, ensiklopedia digital ikan Si Pleret, serta sosial media dari Bendungan si Pleret

Program kerja gabungan ini sejalan dengan dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu poin 8 “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi” melalui pemetaan dan promosi UMKM lokal yang mendukung tumbuhnya ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata, serta poin 11 “Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan” melalui pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat yang partisipatif, di mana pengunjung dilibatkan aktif lewat mekanisme evaluasi dan edukasi Fishpedia turut mendukung pengelolaan warisan alam kawasan secara berkelanjutan.

Satu Papan, Berbagai Pintu Informasi

Peluncuran papan informasi terpadu dilaksanakan langsung di kawasan Bendungan Si Pleret, dihadiri perwakilan Pokdarwis Payaman dan sejumlah warga sekitar. Papan tersebut dirancang sesederhana mungkin agar mudah dipahami pengunjung dari berbagai kalangan usia, cukup dengan memindai kode QR yang tersedia, pengunjung dapat langsung diarahkan ke layanan yang mereka butuhkan.

Kode QR pertama menghubungkan pengunjung ke situs web yang dikembangkan Dhimas Luthfi Arnanda, memuat peta interaktif kawasan wisata serta direktori UMKM olahan ikan yang beroperasi di sekitar Si Pleret. Melalui platform ini, pengunjung dapat mengetahui lokasi-lokasi menarik sekaligus produk unggulan yang dijajakan pelaku usaha lokal sebelum maupun selama berkunjung.

Kode QR kedua mengarahkan pengunjung menuju formulir evaluasi yang dibangun Nabila Putri Almeyda, berisi penilaian skala Likert terhadap aspek kebersihan, fasilitas, pelayanan, keamanan, hingga kepuasan keseluruhan, dilengkapi kolom kritik dan saran terbuka. Sistem ini dirancang bukan sebagai alat evaluasi destinasi yang sudah mapan, melainkan sebagai fondasi jangka panjang yang dibangun sejak tahap awal pengembangan kawasan, sehingga budaya mendengarkan masukan pengunjung sudah terbentuk sedari dini seiring pertumbuhan Si Pleret ke depan.

Kode QR ketiga membawa pengunjung ke dalam Fishpedia, ensiklopedia digital yang disusun Yassinta Khalifatil Khusna berisi informasi jenis-jenis ikan yang hidup di perairan Si Pleret, lengkap dengan nama ilmiah, potensi olahan produk, kandungan gizi, hingga fakta menarik seputar peran ekologisnya. Fishpedia hadir sebagai jawaban atas minimnya media edukasi interaktif mengenai keanekaragaman hayati perairan yang selama ini dapat diakses masyarakat maupun pengunjung.

 Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Satu Kawasan

Bagi ketiga mahasiswa, program kerja ini menjadi contoh nyata bagaimana latar belakang keilmuan yang berbeda yaitu informatika, administrasi publik, dan manajemen sumber daya perairan, dapat dipadukan untuk menjawab kebutuhan satu kawasan secara utuh. Web menjadi wadah informasi utama, sistem evaluasi menjadi telinga bagi pengelola untuk terus mendengar penggunanya, dan Fishpedia menjadi jembatan edukasi yang memperkaya pengalaman berkunjung.

“Kami ingin ketiga program ini tidak berhenti sebagai laporan KKN semata, tetapi benar-benar dipakai oleh Pokdarwis dan Pokdakan untuk mengelola Si Pleret ke depannya. Web jadi wajah digital kawasan ini, evaluasi pengunjung jadi alat untuk terus memperbaiki Bendungan si Pleret, dan Fishpedia jadi cara mengenalkan kekayaan hayati yang selama ini belum banyak diketahui orang,” ujar  Dhimas Luthfi sebagai salah satu perwakilan tim.

Melalui sinergi tiga program kerja lintas disiplin ini, mahasiswa KKN-T 96 Undip berharap Kawasan Ekowisata Bendungan Si Pleret dapat tumbuh menjadi destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dikelola dengan basis data dan masukan yang berkelanjutan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan yang menjadi jantung dari keberadaan Si Pleret itu sendiri.