(Salatiga, 15 Agustus 2026) – Mahasiswa KKN-T 96 Universitas Diponegoro telah melaksanakan program penguatan budidaya ikan nila berkelanjutan melalui inovasi pengelolaan kualitas air bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Budaya di Dusun Payaman, Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, pada 8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan empat inovasi yang saling terintegrasi, yaitu alat filter air sederhana pada kolam budidaya, edukasi dan monitoring pH menggunakan pH meter, Modul Praktis Identifikasi Penyakit pada Ikan berbasis leaflet, serta alat monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau parameter suhu dan Total Dissolved Solid (TDS). Program ini dilaksanakan oleh Daffa Gadang Widyatna, Satrio Bagoes Kinarya, dan Nayottama Kayana Budiarjo dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan angkatan 2023, serta Christopher Dimas Daniswara dari Program Studi Teknik Mesin angkatan 2022, bersama Bapak Solichin selaku Ketua Pokdakan Mina Budaya dan beberapa perwakilan anggota kelompok.

Keempat inovasi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan kualitas air sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan nila. Melalui kegiatan ini, pembudidaya diperkenalkan pada cara menjaga kualitas air melalui penyaringan air, pengukuran dan pencatatan pH secara berkala, serta pemantauan suhu dan TDS. Selain aspek kualitas air, pembudidaya juga memperoleh Modul Praktis Identifikasi Penyakit pada Ikan yang memuat informasi mengenai identifikasi serta langkah penanganan penyakit ikan secara cepat dan tepat. Rangkaian program tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi budidaya yang lebih terkontrol sehingga pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat terjaga serta hasil produksi yang nantinya dipasarkan dapat lebih optimal.

Pelaksanaan program telah dipersiapkan secara bertahap sejak 27 Juli hingga 5 Agustus 2026 melalui proses pembuatan dan penyusunan keempat produk inovasi. Tahap persiapan kemudian dilanjutkan dengan konsultasi dan diskusi bersama Penyuluh Perikanan Kota Salatiga pada 7 Agustus 2026 untuk memperoleh masukan terkait penerapan program dalam kegiatan budidaya. Selanjutnya, pada 8 Agustus 2026, mahasiswa memaparkan hasil dan memperkenalkan produk kepada pihak Pokdakan Mina Budaya di kolam budidaya Dusun Payaman. Dalam kegiatan tersebut, anggota Pokdakan mendapatkan penjelasan mengenai fungsi dan cara penggunaan masing-masing produk, termasuk praktik pengukuran kualitas air serta pemanfaatan modul sebagai panduan awal dalam mengenali penyakit ikan.

Penerapan inovasi pengelolaan air tersebut memberikan dorongan terhadap terbentuknya kebiasaan monitoring kualitas air dalam kegiatan budidaya. Alat filter air sederhana dapat dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki kualitas air yang masuk atau digunakan pada kolam, sedangkan pH meter dan buku monitoring pH mendukung pembudidaya dalam melakukan pengukuran serta pencatatan kondisi air secara berkala. Di sisi lain, alat monitoring berbasis IoT memperkenalkan pendekatan pemantauan kualitas air yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui pengukuran suhu dan TDS. Modul identifikasi penyakit ikan juga menjadi sarana pendukung bagi pembudidaya untuk mengenali gejala penyakit dan menentukan langkah penanganan awal secara lebih tepat.

Melalui sinergi keempat program tersebut, kegiatan KKN tidak hanya berfokus pada pemberian produk, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan dan kebiasaan pembudidaya dalam mengelola kualitas air serta kesehatan ikan. Penguatan pengelolaan air melalui filtrasi dan monitoring menjadi bagian dari upaya mendukung budidaya yang lebih sehat, optimal, dan berkelanjutan, sekaligus sejalan dengan semangat SDGs 6 mengenai pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan. Keberlanjutan pemanfaatan alat, pencatatan hasil monitoring, serta penggunaan modul diharapkan dapat membantu Pokdakan Mina Budaya dalam menjaga kualitas lingkungan budidaya dan meningkatkan hasil produksi ikan nila secara optimal.