(Semarang, 20 April 2026) – Universitas Diponegoro (Undip) memiliki komitmen yang tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk menjadi world-class university (WCU) dan menuju peringkat 500 dunia. Sejalan dengan hal tersebut, Undip melalui LP2MP mendorong program studi untuk mendapatkan rekognisi tidak hanya secara nasional, tetapi juga secara internasional, melalui akreditasi internasional ASIIN, sebagai salah satu indikator penting kualitas pendidikan tinggi di era globalisasi. Program studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) dan Tekologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK-Undip) pada tanggal 13-17 April 2026 melaksanakan asesmen lapangan akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Study Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences, and Mathematics) yang dihadiri pakar internasional antara lain terdiri dari Prof. Markus Frank, Prof. Mamadou Diakité, Prof. Thore Toews, Prof Gert Fullner, Dr. Rara Diantari, dan student representative Regina Claudia dengan didampingi oleh ASIIN Staff, Johann Jakob Winter, M.Sc., menegaskan komitmen mendalam program studi dalam memperluas pengakuan di tingkat internasional sekaligus menjaga mutu tata kelola pendidikan tinggi yang diselenggarakan.

Para Asesor ASIIN

Proses akreditasi ini melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum, tata kelola, kualitas dosen, fasilitas pembelajaran, serta keterlibatan pemangku kepentingan, termasuk industri dan alumni. Dalam asesmen ini, asesor melakukan wawancara dengan pimpinan (universitas, fakultas, program studi, tim manajemen), dosen, mahasiswa, serta mitra industri untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan implementasi di lapangan.

Peninjauan kegiatan Praktikum di Laboratorium

Asesmen ini menjadi salah satu pembuktian FPIK Undip sebagai salah satu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan terbaik di Indonesia dalam menjawab tantangan untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas tinggi dan berstandar internasional.  “Akreditasi internasional ini tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga membuka peluang kerja sama global serta meningkatkan daya saing lulusan di pasar internasional,” ujar Dekan FPIK Undip, Prof. Agus Trianto, ST, MSc, PhD.

Proses evaluasi ini semakin komprehensif melalui diskusi strategis yang melibatkan birokrasi fakultas, dosen, mahasiswa, serta mitra industri dan regulator untuk memvalidasi sinergi link and match. Kontribusi pemikiran yang signifikan datang dari para pemangku kepentingan kunci, termasuk Christian Delahoya, S.Pi. (PT. Nararya Evano Yasa), Dwi Atminarso, Ph.D. (BRIN), Julia Lestari Arumsari (REKAM Nusantara Foundation), Novita Rahma Budiaryani, S.Pi., M.Si. (BBPI), serta M. Nanang Nasrul, S.Pi., M.Pi. (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah). Para pakar ASIIN secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap model integrasi pendidikan dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan di lokasi tersebut. Secara keseluruhan, langkah standarisasi internasional ini menegaskan dedikasi MSDP UNDIP dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan bermutu tinggi, guna menghasilkan lulusan yang kredibel dan siap menjadi pemimpin di sektor perairan secara global.

Sesi pertemuan Asesor ASIIN dengan Stakeholder dan Alumni

Kunjungan ke lokasi mitra Pengabdian Masyarakat