Jepara, 6 Mei 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Sumber Daya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK UNDIP) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penerapan Integrated Safety Tourism: Penyediaan Fasilitas P3K dan Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan bagi Pengelola Pantai Prawean, Jepara” pada Rabu (6/5) di Pantai Prawean, Desa Bandengan, Kabupaten Jepara.
Kegiatan ini dipimpin oleh Oktavianto Eko Jati, S.Pi., M.Si. bersama tim pengabdian yang terdiri atas Dr. Ir. Pujiono Wahyu Purnomo, M.S. dan Dr. Diah Ayuningrum, S.Pd., M.Si. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Bandengan, Bapak Sumadi, serta mitra pengabdian dari Pengelola Pantai Prawean yang diketuai oleh Bapak Sukri.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bandengan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berfokus pada peningkatan keselamatan wisatawan dan kapasitas pengelola wisata pantai. Menurutnya, aspek keselamatan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pelatihan dasar penanganan kegawatdaruratan. Materi pertama mengangkat tema “Edukasi Keselamatan Wisata Pantai untuk Mencegah Kontak Langsung dengan Biota Perairan Berbahaya di Pantai Prawean, Jepara.” Pada sesi ini peserta diberikan informasi mengenai berbagai biota perairan yang berpotensi membahayakan wisatawan, seperti ubur-ubur, bulu babi, ikan berbisa, dan organisme laut lainnya. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai langkah pencegahan, tindakan pertolongan pertama, serta pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir.
Selanjutnya, tim pengabdian menyampaikan materi “Edukasi Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari di Pantai Prawean, Jepara.” Materi ini membahas potensi risiko yang dapat terjadi di kawasan wisata pantai, termasuk kecelakaan saat berenang, terpeleset, terseret arus, maupun kondisi darurat lainnya. Pengelola pantai diberikan pemahaman mengenai pentingnya budaya keselamatan, penyampaian informasi kepada pengunjung, serta prosedur penanganan awal sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi.
Sebagai bagian dari implementasi konsep Integrated Safety Tourism, tim pengabdian juga menyerahkan fasilitas dan perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) kepada pengelola Pantai Prawean. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan pengelola dalam memberikan bantuan awal kepada wisatawan yang mengalami cedera ringan maupun kondisi darurat lainnya.
Ketua Tim Pengabdian, Oktavianto Eko Jati, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa keselamatan wisata merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola, masyarakat, dan wisatawan. Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola Pantai Prawean memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keselamatan wisata bahari serta mampu memberikan pelayanan yang lebih aman bagi pengunjung.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat respon positif dari peserta. Melalui edukasi dan penyediaan fasilitas pendukung keselamatan ini, diharapkan Pantai Prawean dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh wisatawan.
#Pengabdian #Masyarakat #PantaiPrawean #Jepara







