Padang, 31 Juli 2026 – Sejak kecil, Dewi Megapuspa Nusari—akrab disapa Mega—sejak kecil memiliki kegemaran berpetualang di alam terbuka salah satunya pantai. Ketertarikannya terhadap lingkungan pesisir itu kemudian membawanya memilih Program Studi S1 Manajemen Sumber Daya Perairan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro pada tahun 2011.

Di kampus, Mega tidak hanya fokus pada aktivitas perkuliahan. Ia berusaha menikmati setiap praktikum, mendampingi mahasiswa S2 S3 dari Belanda yang melakukan penelitian di Demak, membantu proyek dosen, aktif berorganisasi, dan aktif memperluas jejaring. Ia juga memperkaya diri dengan mempelajari bidang pengolahan ikan serta meraih sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), yaitu pelatihan sistem manajemen yang digunakan oleh perusahaan pangan sebagai standar untuk memastikan keamanan pangan. Semua ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari fakultas, menjadi fondasi kuat yang membekali Mega dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus kuliah.

Tahun 2016 awal karier, Mega tidak langsung berkerja di bidang perikanan. Selama tiga tahun, ia justru bekerja di industri pangan sebagai supervisor quality control dan produksi di Agrinesia Raya Grup Bogor. Kompetensi dasar pengolahan pangan perikanan dan HACCP yang diperoleh ketika di kampus terbukti relevan dan mendukung keberhasilannya beradaptasi di sektor non-perikanan. Mega menunjukkan bahwa seorang sarjana perikanan mampu berkontribusi dimanapun, asal mau berusaha dan belajar.

Tahun 2019 menjadi titik balik Mega kembali ke jalur keilmuan dengan bergabung di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penugasan pertamanya di Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Padang membuka kesempatan luas dalam mengelola konservasi ikan dan mendukung pengelolaan pesisir di tujuh provinsi di Pulau Sumatra. Keragaman wilayah kerja menjadi tantangan dalam bekerja—terkadang menyebrang laut semalaman menuju lokasi, terkadang naik perahu nelayan, hingga menjangkau daerah-daerah dengan fasilitas terbatas. Namun, semua itu ia jalani berbekal ilmu, pengalaman dan mentalitas yang ditempa selama kuliah.

Seiring kebutuhan organisasi, sejak tahun 2022 Mega juga memperkuat SDM di bagian keuangan kantor. Pada tahun 2026 dengan adanya peluang karier, ia mengajukan diri beralih jabatan dari fungsional umum teknis menjadi jabatan fungsional tertentu, yaitu Analis Pengelola Keuangan APBN di Balai Penataan Ruang Laut Padang. Walau tidak lagi langsung berkecimpung dengan teknis keilmuan, komitmennya tetap sama yaitu mendukung tata kelola ruang laut Indonesia dengan cara memastikan tata kelola keuangan akuntabel, serta tetap mendukung rekan-rekan yang turun ke lapangan.

Tidak berhenti di karier formal, sejak tahun 2022 Mega bersama keluarganya juga membangun usaha pengolahan perikanan dengan berjualan aneka makanan olahan udang di Padang. Usaha kecil skala rumahan ini memanfaatkan potensi sumber daya lokal sekaligus mengaplikasikan ilmu pengolahan ikan yang ia pelajari di masa kuliah. Mega membuktikan diri bahwa ilmu dari fakultas tidak hanya relevan dan bermanfaat untuk pekerjaan formal di instansi pemerintah, tetapi juga dapat menjadi bekal dalam mengembangkan wirausaha keluarga.