(Semarang, 7 Oktober 2026) – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara berbagai sektor memahami data dan mengambil keputusan, termasuk sektor perikanan. Data yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hasil pencatatan dan dokumentasi, kini memiliki peran jauh lebih strategis: menjadi dasar untuk membaca kondisi sumber daya, mengenali pola, merumuskan kebijakan, hingga menentukan tindakan pengelolaan.
Semangat inilah yang mewarnai rangkaian kegiatan Alumni Mengajar yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro, pada 6–7 Oktober 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Teguh Prasandy, S.Pi., S.Kom., M.Kom., dari Program Studi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) Sistem Informasi BINUS University. Sebagai alumni perikanan yang mendalami sistem informasi, Teguh menghadirkan perspektif lintas disiplin. Tantangan digitalisasi perikanan masa kini tidak cukup dijawab hanya dengan pemahaman ekosistem, tetapi juga kemampuan mengelola dan menerjemahkan data menjadi keputusan.
Diskusi Terbatas: Menghubungkan Data dan Pengambilan Keputusan
Rangkaian Alumni Mengajar diawali dengan Diskusi Digitalisasi Perikanan pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Common Room Gedung D FPIK Undip. Dikemas dalam kelompok terbatas sebanyak 25 peserta, forum ini memberikan ruang interaktif untuk membahas tantangan digitalisasi perikanan.
Penerapan digitalisasi perikanan bukan semata-mata persoalan mengubah pencatatan manual menjadi data elektronik. Transformasi yang sesungguhnya terjadi ketika teknologi mampu menghubungkan data, manusia, proses, dan kebutuhan pengambilan keputusan.
Bagi mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan, berbagai data perikanan—mulai dari hasil tangkapan, aktivitas penangkapan, hingga kondisi lingkungan—memiliki nilai tinggi jika diintegrasikan dengan baik. Namun, transformasi digital membutuhkan pemahaman yang utuh:
Data apa yang dibutuhkan.
Siapa yang menghasilkan data dan bagaimana kualitasnya dijaga.
Bagaimana data saling terhubung untuk menghasilkan keputusan.
Kuliah Tamu: From Data to Action in Fisheries Resources Management
Pembicaraan mengenai digitalisasi perikanan dilanjutkan melalui kuliah tamu pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Auditorium FPIK Undip. Kuliah tamu ini mengusung tema “From Data to Action in Fisheries Resources Management: Guest Lecture on Systems Thinking, Analytics, and Digital Transformation in Fisheries.”
Pesan from data to action menjadi sangat penting karena ketersediaan data dalam jumlah besar tidak otomatis menghasilkan pengelolaan yang lebih baik. Oleh karena itu, data harus memiliki kualitas, konteks, dan keterhubungan agar relevan bagi pengambilan keputusan.
Membangun Masa Depan Pengelolaan Perikanan Multidisiplin
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan semakin membutuhkan pendekatan multidisiplin. Mahasiswa perikanan masa kini tidak hanya berhadapan dengan laut dan ekosistem, tetapi juga dengan database, dashboard, analitik data, hingga kecerdasan buatan (AI).
Bagi Program Studi S1 MSP FPIK Undip, acara ini menjadi pengingat bahwa masa depan pengelolaan sumber daya perikanan akan ditentukan oleh kemampuan membangun jembatan antara ilmu pengetahuan, data, teknologi, dan keputusan pengelolaan.





